Search

Peneliti Mengatakan Tak Dapat Dipercaya Kesaksian Miryam di Pengadilan

Alikanews.com – Peneliti Formappi Lucius Karus menilai langkah Jaksa yang akan mendatangkan tiga penyidik KPK yang disebut Miryam S Haryani melakukan ancaman saat melakukan pemeriksaan merupakan langkah tepat.

Ia melihat kesaksian Politikus Hanura itu belum bisa dipercaya sedikitpun baik yang dikatakannya di hadapan penyidik maupun di pengadilan.

“Jika dia dengan mudah bisa menganulir semua kesaksiannya di hadapan penyidik, tak ada alasan apapun untuk percaya kesaksian yang dia berikan di pengadilan,” kata Lucius melalui pesan singkat, Jumat (24/3/2017).

“Katakanlah kesaksian Maryam sejauh ini harus kita ragukan semua kebenarannya,” tambahnya.

Lucius mengatakan pubkik sementara bisa menganggap kesaksian yang diungkapkan Maryam bisa jadi semuanya benar atau salah.

Oleh karena itu, Lucius melihat memang perlu kehadiran pihak lain untuk memastikan kesaksian mana dari Miryam yang bisa dianggap sebagai kebenaran.

“Akan tetapi sesungguhnya kesediaan Miryam untuk menjadi saksi sudah memberikan sedikit banyak informasi tentang kedekatannya dengan Kasus E-KTP.”

“Jadi informasi mengenai apa sesungguhnya yang terjadi dengan proyek e-KTP sangat mungkin diketahui Miryam,” kata Lucius.

Lucius menuturkan emosi Miryam belum stabil. Hal itu memperlihatkan sesungguhnya tekanan terhadap Miryam bisa jadi bukan oleh ketiga penyidik, tetapi oleh dirinya sendiri yang merasa perbuatannya terbongkar.

“Ini tentu bukan hal mudah bagi seseorang yang melakukan kesalahan untuk mengakui perbuatannya dengan begitu mudah,” kata Lucius.

Apalagi, kata Lucius, jika Miryam masih bisa menggunakan jaringannya untuk mencari cara demi terhindar atau terbebas dari semua sangkaan yang mengarah kepada dirinya.

“Ini fenomena psikologis semata. Sehingga pengadilan memang harus menciptakan kondisi agar bisa mendapatkan kesaksian yang benar dari Miryam,” kata Lucius.

Lucius mengatakan upaya untuk menyangkal keterlibatan dengan berbagai cara biasanya dilakukan oleh para tersangka korupsi.

“Oleh karena itu saya kira biasa saja kita melihat proses pemberian kesaksian Maryam yang diwarnai dengan bantahan atas apa yang pernah dinyatakan sebelumnya. Proses pemeriksaan pengadilan nanti yang bisa memastikan semuanya,” kata Lucius.

Sebelumnya, tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal hadir di sidang lanjutan perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (27/3) mendatang.

Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan MI Susanto bakal dikonfrontir dengan mantan Anggota Komisi II DPR RI, Miryam S Haryani. Sebab, saat bersaksi di persidangan Miryam mengaku tertekan dengan sikap penyidik sehingga terpaksa membuat kesaksian palsu dalam berita acara pemeriksaan.

“Tiga penyidik yang disebutkan Bu Yani tadi akan dihadirkan hari Senin,” ujar Jaksa Irene Putri di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis malam.Bukan hanya itu, Irene mengatakan, jika diperlukan, akan diperlihatkan rekaman saat berlangsungnya pemeriksaan terhadap Miryam.

“Kita lihat nanti apakah kemudian dari pernyataan penyidik, apa respon Bu Yani,” kata Irene.

Majelis hakim dalam persidangan kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) menunda pemeriksaan saksi Mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S Haryani.

 

Sumber : tribunnews.com

Written by 

Related posts