Search

PSMS Resmi Pecat Djadjang Nurdjaman

Alikanews.com – Selesai telah perjalanan Djadjang Nurdjaman di PSMS Medan. Itu selepas, manajemen PSMS resmi memberhentikan manager yang akrab dipanggil Djanur itu dari tempat manager kepala, Jumat (13/7).

Djanur juga mengaku telah terima surat pendepakan dianya. Ia tidak terperanjat karena telah mencium gelagat dianya akan didepak. Khususnya semenjak pendepakan dua asistennya Yusuf Prasetyo serta Suwanda.

” Sebenarnya saya telah pelajari keadaan ini. Sebagaimana telah diskenariokan. Dari mulai masuknya Suharto (asisten) hingga dipecatnya dua asisten saya tanpa ada kesepakatan saya. Lalu saya berikan nama pengganti namun tak direspons, mereka masukkan Nimrod (manager fisik). Bukanlah tak sepakat dengan mereka, namun caranya, ” ujar Djadjang.

” Jadi skenario itu untuk menjadikan saya tak nyaman. Agar saya mundur namun pada akhirnya saya masih bertahan pada akhirnya mereka juga yang memecat, ” imbuhnya.

Djanur juga membeberkan hubungan dengan manajemen team Ayam Kinantan telah tak baik. ” Semenjak dari Piala Presiden jalinan saya dengan manajemen telah tak baik. Bagaimanakah juga bila tak kompak manager serta manajemen sulit dong. Team mana dapat kuat, ” jelasnya.

” Namanya dunia manager telah sebagaimana ini. Waktu saya mesti merengek. Meskipun sebetulnya saya masih mempunyai kepercayaan bila saya masih dapat untuk bangkit dari degradasi. Namun apa bisa buat, ” terangnya mantan manager Persib Bandung itu.

Walau demikian, Djanur masih mengharap PSMS dapat bertahan di Liga 1. ” Tolonglah bergerak cepat untuk mengatur team itu. Sangatlah disayangkan saya telah bawa serta team ini naik. Janganlah hingga degradasi. Janganlah hingga numpang melalui. Saya meyakini masih dapat, ” katanya.

Djanur juga mengatakan terima kasih pada fans yang selalu mendukungnya dalam keadaan jelek. ” Terima kasih pada fans baik itu SMeCK, PSMS Suporter Club, KAMPAK serta orang-orang Medan yang selalu mensupport hingga ketika pamungkas. Walaupun bila ditempat lainnya mungkin saja saya telah diminta mundur. Namun mereka masih baik sama saya, ” katanya.

” Saya bersukur sudah melakukan perbuatan suatu, mengusung PSMS ke Liga 1 itu suatu perjalanan mengesankan dalam kehidupan saya. Saya tak sempat menyesal mengatasi team ini. Saya telah melakukan perbuatan untuk orang-orang Medan. Alhamdulillah, ” tutupnya.

Written by 

Related posts