Search

Kapolri: Karyawan yang Dipaksa Atasan Pakai Atribut Natal Silakan Lapor

Alikanews.com – Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memberikan apresiasi baik fatwa MUI meskipun fatwa bukanlah termasuk juga hukum positif. Tetapi, Tito menerangkan, untuk yang terasa dipaksa memakai atribut Natal dapat melaporkan ke polisi.

” Silahkan karyawan melaporkan, bila dipaksa, bila diancam dipecat, ” kata Tito dirumah dinasnya, Jalan Pattimura, Keabayoran Anyar, Jakarta Selatan (20/12/2016).

Baca: Ini Alasan Pengeluaran Fatwa Haram Pakai Atribut Nonmuslim

” Janganlah hingga ada yang memiliki toko atau mal yang memaksa karyawan yang muslim untuk memakai atribut dengan ancaman dipecat. Di KUHP juga ada, di pasal 335, ” terangnya.

” Dalam konteks yang lain juga, yang tidak mematuhi hukum, umpamanya dipaksa ia diet tidak makan daging namun perusahaan memaksa makan daging. Itu tidak bisa. Ia tidak minum alkohol tetapi dipaksa. Itu juga dapat dilaporkan, sama kasusnya, ” tambah eks Kepala Densus 88 itu.

Tetapi demikian, Tito mengimbau orang-orang terutama umat Muslim supaya mengerti fatwa yang sudah di keluarkan oleh MUI.

” Pada orang-orang saya sangka warga muslim dengan kesadarannya sendiri mengerti fatwa ini. Yang nonmuslim tak butuh cemas, ” kata Tito.

Walau demikian, Tito kembali menyatakan kalau fatwa tidaklah product hukum positif. Hingga fatwa tak dapat dipakai sebagai basic untuk pemanggilan atau aksi hukum yang lain.

” Fatwa MUI tak dapat jadikan landasan untuk pemanggilan, dan sebagainya, ” tegasnya.

Written by