Search

Begini Penjelasan Asal Usul dan Artinya ‘Om Telolet Om’

Alikanews.com – Fenomena ‘om telolet om’ serta ‘bus telolet’ jadi trending topic dunia. Asal usul serta arti ujar telolet jadi buah bibir warga Indonesia malahan dunia.

Awalannya, musisi terkenal sebagaimana DJ Snake, DJ Zedd malahan DJ Martin Garrix bercuit melalui Twitter dengan menuliskan kalimat fenomenal itu. DJ Snake, DJ Zedd serta DJ Martin Garrix malahan mempertanyakan arti telolet dengan memposting ” What is On telolet Om? ”

Lalu, dari tempat mana asal ujar telolet itu? Ketua Bismania Community, Arief Setiawan miliki jawabannya.

Ia menerangkan, bunyi telolet yang merepresentasikan dari klakson bus, malah nampak pertama kalinya bukanlah di Indonesia tetapi Timur Tengah. Bunyi itu dipakai untuk mengusir unta yang sering ada di jalanan.

Lalu, ada seseorang entrepreneur yang mendengar bunyi khas itu serta membawa ‘pulang’ ke Indonesia untuk dipakai sebagai klakson bus. ” (Bunyi) telolet itu malah aslinya dari Timur Tengah untuk ngusir unta. Di Arab bila tidak salah. Lalu setahu saya dahulu ada entrepreneur, dengar nada itu dipasang di busnya. Namun saat itu kan belum banyak yang gunakan telolet. Belum jadi viral kan, ” ujar Arief pada detikcom, Hari kamis (22/12/2016).

Walau beberapa waktu terakhir ujar telolet popular dari lokasi Jawa, namun menurut dia asal ujar itu tidak dari Bhs Jawa. ” Itu tidak dari Bhs Jawa. Suaranya saja yang bunyi telolet serta unik, ” urai Arief.

Ujar telolet jadi viral beberapa waktu terakhir sekitaran dua tahun akhir-akhir ini serta dipopulerkan malah oleh anak-anak sekolah. Terlebih dulu mereka tak menyebutkan ujar telolet untuk memohon sopir membunyikan klakson.

” Yang mohon telolet itu anak-anak yang ingin sekolah. Dahulu sih terlebih mereka bilangnya ‘om klakson om’, ” katanya.

Arief menerangkan, di kelompok penggemar bus sendiri ujar itu juga terlebih dulu tak sangat popular di banding bunyi yang lain. ” Beberapa waktu terakhir saja kok telolet ramainya. Terlebih dulu ada pula klakson bunyinya sreng sreng. Hanya kan tidak banyak yang tahu, ” tambah Arief.

Written by 

Related posts