Search

Di Semarang 5 Pengedar Sabu Diringkus, 1 Orang Dikendalikan Napi

Alikanews.com – Satres Narkoba Polrestabes Semarang Membekuk Lima pengedar narkoba dalam kurun waktu 5 hari belakangan ini. Mereka ditangkap di lokasi berbeda dan menyita barang bukti sabu seberat 26,5 gram.

Ario Wibisono (23) warga Kedungbatu Selatan 2 Semarang adalah Salah satu pelaku tersebut. Ia mengaku dikendalikan oleh narapidana yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas Pekalongan berinisial A.

“Saya terima telepon terus disuruh ambil barang di tempat sampah di pasar BK, sudah dibungkus plastik hijau. Saya pecah-pecah terus saya taruh di alamat yang ditentukan,” kata Ario saat gelar kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (10/1/2017).

Ario diberi upah Rp 50 ribu oleh Narapidana A per lokasi pengiriman. Selain itu Ario juga memperoleh jatah sabu untuk dikonsumsi. Aksinya dilakukan di wilayah Semarang Barat.

“Uangnya ditransfer, tapi saya pakai rekening teman saya,” tandasnya.

Residivis kasus pengeroyokan itu kenal dengan A karena pernah satu sel ketika di Lapas Kedungpane Semarang. Kemudian ketika A menghubungi dan meminta tolong, Ario tidak menolak.

“Dia minta tolong katanya temennya ketangkep. Ini saya baru 3 hari,” ujarnya.

Hari Sabtu (7/1) lalu ia dibekuk di rumahnya. Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti 23 gram sabu, 98 butir ekstasi, timbangan digital, dan 1 tube bukti tes urin.

“Dalam kurun waktu 5 hari, menangkap 5 pengedar narkoba. Ada yang diamankan di rumah. Ada yang sedang makan di warung sate, ada yang ada di ATM dan ada di warnet,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Selain Ario, pelaku yang ditangkap yaitu Denny alias Gendut (25) warga Semarang Barat yang ditangkap di kos di Jalan Rambutan, Lamper Semarang pada 4 Januari 2017. Kemudian Chandra (36) warga Semarang Tengah ditangkap di ruang ATM di Gang Tengah 6 Januari 2017 lalu.

Kemudian Trikora (32) warga Semarang Utara yang ditangkap di sebuah warnet di Jalan Sadewa Pindrikan Kidul, Semarang Tengah pada 8 Januari lalu, dan Eko S alias Kodok (39) warga Tembalang yang ditangkap pada 9 januari di warung sate, Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan.

“Mereka ini kategori pengedar,” ucap Abiyoso.

Modus pengiriman melalui alamat yang ditentukan menurut Abiyoso semakin berkembang. Jika biasanya di bawah pohon, gapura, tempat sampah, atau tempat lainnya yang ada di luar ruangan, kini menyasar warnet untuk tempat transaksi seperti yang dilakukan tersangka Trikora.

“Saat dibekuk di warnet, dia sambil chating, dan rupanya di bawah keyboard ada barang. Biasanya di suatu titik gapura atau pohon, ini di bawah keyboard,” pungkasnya.

Sekarang kelima tersangka tersebut ditahan di Mapolrestabes Semarang untuk proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Barang bukti yang diamankan total ada 26,5 gram sabu, 98 butir ekstasi, 3 timbangan, 7 handphone, 2 buah pipet, 1 bong, dan uang Rp 940 ribu,” kata Kasat Narkoba, AKBP Sidik Hanafi.

 

Sumber : detik.com

Written by 

Related posts