Search

Trump “Bungkam” 2 Jurnalis Saat Konferensi Pers

Alikanews.com – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, memulai acara konferensi pers pertamanya  dengan menyampaikan ucapan terima kasih pada organisasi media di AS.

Ucapan terima kasih itu terkait tidak dilanjutkannya kabar berita tentang kecurigaan soal keterikatan Trump dalam polemik antara AS dan Rusia.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih pada organisasi media, yang beberapa diantaranya dulu selama bertahun-tahun, khususnya dua tahun terakhir, tidak memperlakukan saya dengan baik, ” ujar Trump.

Acara konferensi pertama sejak kemenangan Trump dalam ajang pemilihan Presiden AS ini digelar di Trump Tower, New York, RRabu waktu setempat.

“Mengejutkan, saat ini mereka muncul dengan tegas melawan berita-berita bohong, ” ujar Trump.

“Saya begitu menghormati media, saya juga menghargai kebebasan pers serta beberapa hal yang terkait dengan itu, ” katanya lagi.

“Tetapi, saya juga ingin mengatakan, ada beberapa organisasi media yang bekerja sangat profesional, teramat profesional, ” ujar Trump, sebagaimana dilansir dari laman CBS News.

Tetapi, kemudian, Trump dengan jelas membeberkan, media BuzzFeed, yang mengunggah sebuah dokumen, yang disebut berkas informasi Rusia, tidak lebih dari tumpukan sampah tak berguna.

Dengan tegas juga, Trump mengkritik CNN lantaran mempublikasikan berita itu dalam pemberitaan mereka pada Selasa lalu.

Suasana konferensi pers juga sempat memanas saat jurnalis CNN, Jim Acosta, berupaya memberi pertanyaan lanjutan terkai pernyataan itu.

Trump memerintahkan Acosta untuk bungkam.

“Bukan anda, bukan anda, organisasimu parah, diam, diam…, ” ujar Trump sambil menunjuk ke Acosta yang duduk bersama deretan jurnalis lainnya.

Tetapi, Acosta terus berusaha meneruskan pertanyaannya dan tidak menghiraukan perintah Trump.

“Jangan kasar, jangan kasar, jangan kasar, saya tidak akan memberi kesempatan kepada Anda, media Anda palsu, ” kata Trump mengacungkan jarinya menyuruh Acosta diam.

Selain Acosta, ada satu jurnalis lain yang juga tidak mendapat kesempatan untuk bicara. “Bukan  Anda, bukan Anda,” ujar Trump sambil menunjuk kedua wartawan yang dimaksud.

Written by 

Related posts