Search

Kasus Pupuk, KPK Terima Pengembalian Uang Rp 2,5 M

Alikanews.com – Kasus dugaan korupsi pupuk urea tablet di Perum Perhutani Jawa Tengah, KPK telah menetapkan 5 tersangka. Sehari setelah penetapan, KPK menyatakan telah menerima pengembalian uang Rp 2,5 miliar terkait kasus tersebut.

“Kami juga memperoleh informasi dari beberapa saksi dalam kasus ini telah mengembalikan uang sekitar Rp 2,5 miliar pada KPK. Indikasi kerugian keuangan negara yang dihitung penyidik adalah Rp 10 miliar. Ada pengembalian Rp 2,5 miliar pada KPK dalam perkara ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2017).

Febri menerangkan pengembalian uang tersebut tidak akan menghapus pidana. Ia juga menambahkan saat ini dirinya belum dapat merinci uang tersebut berasal dari pihak mana saja.

“Pengembalian ini tentu saja sesuai dengan pasal 4 Undag-undang nomor 31 tahun 1999 tidak menghapus pidana. Kami memang belum menerima informasi lebih detail saat ini karena penyidik masih dalam proses penanganan awal. Jadi, untuk kebutuhan strategi penyidikan detailnya belum bisa kita buka,” jelasnya.

Ia menyebut dana yang dikembalikan itu diduga berasal dari pihak yang menerima aliran mark up. Dalam kasus ini juga diduga ada cashback yang dibagikan kepada pihak tertentu.

“Indikasi aliran dana sebagian dari mark up tersebut mengalir pada beberapa pihak yang disebut juga ada indikasi cash back di sana. Dan aliran-aliran dana itu sebagian sudah dikembalikan pihak-pihak yang tentu saja menurut dugaan kami adalah pihak yang juga turut menerima aliran dana tersebut,” ujar Febri.

Tiga dari lima tersangka yang baru ditetapkan berasal dari periode 2010-2011. Mereka yaitu Kepala Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah atas nama HSW (Heru Siswanto), Dirut PT Berdikari atas nama ASS (Asep Sudrajat Sanusi), dan Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah atas nama BW (Bambang Wuryanto).

Sedangkan tersangka pada periode 2012-2013 terdiri dari Kepala Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah atas nama THS (Teguh Hadi Siswanto) dan Dirut PT Berdikari Persero atas nama LEA (Librato El Arif).

“Ada indikasi keuangan negara yang sekarang dihitung 10 M,” terang Febri.

 

Sumber : detik.com

Written by 

Related posts