Search

Supriyadi dan Sapuan Malah Habisi Nyawa Rizal, Karena Utangnya Ditagih

Alikanews.com – Karena ditagih utang seorang pria bernama Supriyadi dan Sapuan merasa jengkel dan membunuh Rizal. Namanya hutang tentu saja harus dibayar. Dua pelaku tersebut malah membunuh orang menagihnya. Ini hukuman bagi kedua pelaku kejahatan itu.

Kasus berawal ketika Supriyadi terlilit utang kepada Rizal pada 2014. Begitu pula dengan Sapuan yang memiliki uang Rp 1 juta. Keduanya pusing karena Rizal menagih agar uangnya dikembalikan.

“Lha terus gimana bro, aku juga belum punya uang. Bagaimana baiknya,” kata Supriyadi ke Rizal dalam sebuah SMS.

Mereka lalu bertemu di sebuah waduk Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah pada 12 Agustus 2014. Dari pertemuan jahat itu, keduanya sepakat untuk menghabisi nyawa Rizal.

Pada 26 Agustus 2014, Rizal mendatangi rumah Supriyadi untuk menagih utang menjelang malam. Supriyadi mengajak Rizal berputar-putar dengan berbagai alasan hingga sampai di hutan Mencon, Pucukwangi.

Di tempat itulah, Supriyadi menghentikan sepeda motornya. Rizal yang tidak curiga, mendadak saja Rizal ditusuk oleh Supriyadi dengan sebuah pisau yang ia bawa dari rumah. Rizal yang berusaha melawan kalah tenaga karena Supriyadi dibantu Sapuan. Tusukan berkali-kali membuat Rizal tersungkur.

Sejurus kemudian, Sapuan menyuruh Supriyadi membeli bensin. Tak berapa lama, Supriyadi datang dengan membawa botol air berisi bensin dan menuangkan ke badan Rizal.

Burrr!!! Api menyala di tubuh Rizal dan nyawa pun melayang.

Supriyadi dan Sapuan ambil langkah seribu dengan membawa sepeda motor Rizal. Setelah menjual sepeda motor itu, uangnya dipakai untuk kabur.

Warga yang menemukan tubuh Rizal dibuat geger. Polisi segera mengejar para pelaku dan ditangkaplah pembunuh sadis itu. Keduanya diadili atas perbuatan biadabnya itu.

Pada 16 Maret 2015, jaksa hanya menuntut keduanya dengan hukuman 20 tahun penjara. Tapi Pengadilan Negeri (PN) Pati berkeyakinan lain dan menjatuhkan hukuman seumur hidup bagi keduanya pada 1 April 2015.

Hukuman itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Semarang pada 22 Juni 2015. Upaya hukum kasasi dilakukan Supriyadi dan Sapuan. Tapi apa kata MA?

“Menyatakan tidak dapat menerima kasasi Supriyadi dan Kuprit,” demikian lansir website MA, Jumat (20/1/2017).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Salman Luthan dengan anggota Desnayeti dan MD Pasaribu. Ketiganya meyakini kedua pelaku melakukan pembunuhan berencana yaiti merencanakan pembunuhan.

“Sapuan membakar korban sehingga tubuh korban hanya terbakar,” ucap majelis dengan suara bulat pada 18 Oktober 2015.

 

Sumber : detik.com

Written by 

Related posts