Search

Ini Penampakan KM Laut Bersih yang Evakuasi Korban Kapal Zahro

Alikanews.com – Kapal wisata KM Zahro Express terbakar dalam pelayaran menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Insiden itu terjadi pada Minggu (1/1) pagi lalu.

Saat insiden tersebut terjadi, secara kebetulan sekitar enam KM Laut Bersih menjadi pihak pertama yang mengetahui insiden terbakarnya KM Zahro Express. Keenam kapal ini mau menuju ke 10 pulau di Kepulauan Seribu.

“Kebetulan kita memang yang paling dekat. Kita langsung tancap gas, sekencang-kencangnya melihat itu,” ujar Kapten KM Laut Bersih 08 Samsudin ketika ditemui di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/1/2016).

Samsudin menuturkan sekarang keenam kapal berada pada jarak sekitar 400 meter atau 0,25 mil dari KM Zahro Express yang terbakar. Keenam KM Laut Bersih yang berangkat menuju Kepulauan Seribu itu ialah KM Laut Bersih 07, 08, 29, 31, 32 dan 33.

Keenam kapal pun mendekat hingga jarak 20 meter dari KM Zahro Express yang terbakar. Mereka tidak dapat lebih mendekat sebagai antisipasi angin dan arus yang bisa membawa.

“Kita mendekat dalam jarak 20 meter agar tidak terlalu dekat dengan KM Zahro. Selain itu juga agar tidak menabrak penumpang atau terkena baling-baling kapal. Karena banyak penumpang yang sudah lompat ke laut,” ucap Samsudin.

Di lokasi yang sama juga ada Kapten KM Laut Bersih 32 Maruli Sijabat. Maruli mengatakan, keenam kapal lalu dibuat dalam posisi melingkar untuk mengurangi derasnya arus laut. Harapannya, para penumpang yang sudah ada di laut dapat berenang lebih mudah ke KM Laut Bersih.

“Arus lautnya kencang. Kita buat posisi melingkar agar arus tidak terlalu kencang. Saya arahkan enam kapal untuk mendahulukan yang tidak pakai light jacket. Kita sebarkan light jacket, berenang anak buah kita. Yang tidak pakai, kita suruh pakai light jacket. Setelah itu kita angkat ke kapal,” ucap Maruli.

Dalam evakuasi yang dilakukan ini, ada sebanyak 100 orang yang berhasil ditolong. Dalam upaya evakuasi tersebut, beragam upaya dilakukan.

“Banyak usaha yang kita lakukan. Ada yang susah naik dari samping kapal. Karena susah, kita juga bantu mereka naik dari conveyor. Kru kita jadi menolongnya sambil merangkak,” cerita Maruli.

Conveyor adalah alat yang dipakai KM Laut Bersih untuk mengambil sampah di laut. Posisi conveyor ada di mulut kapal. Maruli mengatakan tidak menyalakan conveyor karena takut para korban yang dibantu lewat conveyor malah terjepit mesin.

KM Laut Bersih 32 sendiri tergolong kapal besar untuk mengangkut sampah. Di kapal ini berhasil dibawa sekitar 60 orang yang ditolong. Sementara KM 08 berukuran lebih kecil.

“Waktu itu ada sekitar 30 orang yang bisa kita angkat. Kalau di KM Laut Bersih 32 ada sekitar 60 orang,” kata Samsudin.

Selain enam KM Laut Bersih, dalam proses evakuasi penumpang KM Zahro Express ini juga dibantu oleh kapal nelayan dan pemancing. Selain itu ada kapal dari Dinas Perhubungan yang datang menyusul.

Kepada korban yang menderita luka bakar, langsung dipindahkan ke kapal Dishub. Sebab, kapal ini dapat melaju lebih kencang dibanding kapal lainnya.

“Kita pulangkan yang telah dievakuasi. Kita balik kanan ke dermaga Kali Adem. Setelah itu tunggu arahan dari pimpinan,” ujar Samsudin.

Sedianya, kapal ini mempunyai tugas serta fungsi untuk mengangkut sampah di Kepulauan Seribu dan juga mengambil sampah yang ada di laut. Kapal ini beroperasi setiap hari, dimana keberangkatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan kembali ke dermaga Pelabuhan Kali Adem Muara Angke pada pukul 16.00 WIB.

Ada 10 pulau yang selalu disinggahi oleh KM Laut Bersih, yaitu Lulau Harapan, Pulau Kelapa, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Pari dan Pulau Tidung. Sehari-hari jumlah sampah yang dibawa mencapai 75 meter kubik. Setelah kembali ke dermaga, sampah itu kemudian akan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

 

Sumber : detik.com

Written by 

Related posts