Search

Rumania Akan Bebaskan 3.000 Napi Termasuk Koruptor

Alikanews.com -Pemerintah Rumania merencanakan membebaskan sekitar 3. 000 narapidana khususnya narapidana kasus korupsi untuk mengurangi kelebihan kapasitas didalam penjara.

Rencana pemerintah Rumania itu menuai unjuk rasa ribuan orang di sepanjang jalan ibu kota Rumania, Bukarest. Unjuk rasa juga diikuti Presiden Rumania Klaus Iohannis.

Menurut Perdana Menteri Rumania Sorin Grindeanu, rencana pemerintah membebaskan para narapidana akan  dilakukan parlemen dengan mengeluarkan dekrit darurat.

Untuk mengeluarkan dekrit darurat itu, ujar Grindeanu, parlemen tak memerlukan persetujuan dan tanda tangan Presiden Iohannis.

Presiden Iohannis yang berunjuk rasa bersama ribuan warga Rumania pada Minggu, 22 Januari 2017, berujar masyarakat memiliki hak untuk marah dengan rencana yang digagas parlemen.

“Sejumlah pejabat politik yang mempunyai kewenangan hukum ingin merubah legislasi dan melemahkan hukum,” ujar Iohannis.

Iohannis yang terpilih sebagai presiden melalui pemilu pada November 2014 sudah bersumpah akan memberangus korupsi di Rumania.

“Tidak bisa diterima upaya memodifikasi hukum sehingga lusinan bahkan ratusan kasus mengenai politikus-politikus itu dihapuskan,” ujar Iohannis menyatakan.

Grindeanu, 43 tahun, adalah Perdana Menteri Rumania yang baru terpilih Desember lalu untuk menggantikan Sevil Shhaideh yang ditolak Iohannis.

Mantan ketua partai berkuasa Sosial-Demokrat, Liviu Dragnea, ajukan Shhaideh, seorang perempuan muslim dan mantan menteri kesehatan, sebagai perdana menteri. Tetapi Iohannis menampiknya, serta menyetujui pengangkatan Grindeanu yang juga disodorkan Dragnea.

Diduga kuat, Dragnea memilih Shhaideh dan Grindeanu sebagai kepanjangannya di pemerintahan karena dia saat ini menjalani hukuman 2 tahun penjara atas berupaya mendorong referendum. Pejabat Rumania yang menjalani  hukuman dilarang menjabat.

Written by 

Related posts