Search

Kasus Dugaan Penghinaan Bendera Polisi akan di Usut Polisi

Alikanews.com – Nurul Fahmi kini menjadi tersangka akibat membawa bendera merah putih dicoret dengan tulisan Arab saat demo FPI di depan Mabes Polri. Polisi akan berjanji mengusut kasus dugaan penghinaan bendera, yang menjerat Nurul Fahmi (28).

Rupanya, keberadaan bendera merah putih yang dicoret beberapa gambar pun banyak beredar di media sosial.

Misal, bendera merah putih yang dicoret dengan tulisan Metallica, Oi, Slank, atau gambar siluet wajah musisi ternama Iwan Fals.

Tindakan tersebut melanggar Pasal 68 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, sama seperti kasus yang menjerat Nurul Fahmi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono memastikan kepolisian akan menelusuri kasus dugaan penghinaan bendera lainnya.

Dalam hal ini, polisi terlebih dulu akan meneliti keaslian gambar-gambar yang telah beredar di media sosial itu.

“Tentunya nanti kita akan menganalisa untuk melakukan penyelidikan, apakah itu benar, asli seperti itu, apakah bukan rekayasa, itu perlu pendalaman semua,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2017).

Argo mengatakan, pihaknya membutuhkan setidaknya dua alat bukti untuk menjerat pelaku penghinaan terhadap bendera merah putih tersebut.

“Kita juga memerlukan barang bukti di situ, kita cari, misalnya itu ada di YouTube kita lihat keaslian, apakah sudah direkayasa, kalau di foto di media sosial kita juga akan menganalisa itu,” tutur Argo.

Argo mengatakan, penindakan terhadap pelaku pencoretan bendera yang lain sulit karena tak cukup bukti.

“Semuanya masih penyelidikan, kalau sudah ada kasus, laporan, pasti kita usut,” ucap Argo.

 

Sumber : tribunnews.com

Written by 

Related posts