Search

Bolehkah Memutihkan Gigi Dalam Islam ?

AlikaNews.Com – Memutihkan Gigi Supaya Terlihat Cantik, Bolehkah Baginya Islam?
Dengan cara alami, wanita senantiasa menginginkan tampil cantik serta menawan. Pasti kecantikan sejatinya cuma untuk suaminya bila ia telah menikah. Walau banyak juga wanita yang bersedia tampil cantik di depan umum untuk memperoleh sanjungan.

Satu diantara cara yang dikerjakan untuk tampil cantik yaitu lakukan pemutihan gigi atau bleaching. Bleaching gigi malahan jadi trend pola hidup untuk seorang yang menginginkan tampil menawan.

Bleaching atau tehnik pemutihan gigi dapat dikerjakan dengan cara-cara. Umumnya memakai beberapa bahan kimia, sebagaimana gel pemutih gigi, pasta gigi, sampai obat kumur. Lalu apakah bisa seseorang Muslimah lakukan pemutihan gigi?

Islam pada intinya menyukai kebersihan serta keindahan. Karenanya, Islam menyarankan umat Islam untuk melindungi kebersihan serta selalu bersih dalam segalanya. Allah SWT berfirman, “Mereka ajukan pertanyaan padamu mengenai haid. Katakanlah, ‘Haid itu yaitu kotoran. ’ Oleh karenanya, sebaiknya anda menghindari diri dari wanita di saat haid, serta jangan sampai anda mendekati mereka sebelumnya anda mereka suci. Jika mereka sudah suci, jadi campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah padamu. Sebenarnya Allah suka pada beberapa orang yang tobat serta suka pada beberapa orang yang menyucikan diri. ” (QS Al-Baqarah 2 : ayat 222).

Termasuk juga melindungi kebersihan diri yaitu melindungi kebersihan gigi serta mulut. Malahan, Rasulullah SAW menyarankan umatnya untuk melindungi keadaan gigi serta mulut dengan bersiwak.

Rasulullah SAW bersabda, “Siwak bersihkan mulut serta menjadikan ridha Allah. ” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, an-Nasa`I, Ibnu Majah, Al-Hakim, serta Al-Baihaqi).

Dalam kisah Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Kalau saja tak memberatkan umatku, bakal saya suruh memakai siwak tiap-tiap bakal shalat. ”

Siwak serta sikat gigi jadi cara seorang untuk melindungi kesehatan serta kebersihan gigi. Hingga, gigi yang kotor serta berwarna kuning malah mesti dibikin bersih.

Memutihkan gigi sendiri tak termasuk juga merubah ciptaan Allah SWT yang masuk kelompok haram. Sebab, gigi pada intinya berwarna putih.

Bila aksi memutihkan gigi sendiri tidak permasalahan, yang perlu di perhatikan yaitu caranya. Melindungi kebersihan gigi supaya terlihat putih dengan bersiwak pasti dibolehkan. Malahan, bernilai sunah muakad lantaran disarankan oleh Rasulullah SAW.

Tetapi, bila memakai tehnik bleachng, mesti betul-betul di perhatikan efeknya pada kesehatan. Memutihkan gigi dengan tehnik bleaching nyatanya dapat mengakibatkan gigi peka lantaran memakai beberapa bahan kimia.

Baginya Profesor Linda C Niessen MD dari A&M Health Science Center Baylor College of Dentistry, Dallas, gigi yang peka akibat pemutihan dengan bahan kimia bermakna sistem itu kurang aman.

Selepas lakukan bleaching, dapat nampak dampak sebagaimana kesemutan enteng pada gigi ketika konsumsi minuman dingin atau panas. Artinya, bila hal semacam itu berlangsung, sensitivitas pada gigi bertambah. Hal ini dapat dikarenakan ada abrasi pada susunan gigi.

Bila hal semacam itu berlangsung, lakukan bleaching baiknya tak dikerjakan. Lantaran malah mengakibatkan kerusakan kesehatan. Hal semacam ini sesuai sama aturan fiqih, “Tidak bisa membahayakan sendiri serta membahayakan orang lain. ”

Jadi di banding beragam tehnik lain, begitu disarankan melindungi kesehatan gigi dengan bersiwak, sebagaimana dilansir dari fikih muslimah republika. Lainnya dapat memutihkan gigi, juga bernilai sunah. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Hendaklah anda bersiwak, sebaik-baiknya suatu hal yaitu siwak. Menyingkirkan lubang, mempermudah keluarnya dahak, menajamkan pandangan, memperkuat gusi, menyingkirkan bau, melakukan perbaikan pencernaan, tingkatkan derajatnya di surga, mengasyikkan malaikat, menjadikan ridha Allah, serta menjadikan tidak suka setan. ” (HR Abdul Jabbar Al-Khaulani).

Written by 

Related posts