Search

Gejala, Pencegahan, Dan Cara Mengobati Penyakit Tetanus

Alikanews.com – Tetanus disebut juga lockjaw, adalah penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, diantaranya sejenis neurotoksin yang dihasilakan oleh Clostridium tetani yang menginfeksi sistem urat saraf dan otot sehingga saraf serta otot menjadi kaku (rigid).

Kitasato merupakan jamaah pertama yang berhasil mengisolasi organisme dari korban orang yang terkena tetanus lalu juga melaporkan kalau toksinnya bisa dinetralisasi dengan antibodi yang spesifik.

Penyakit ini yaitu penyakit infeksi di saat spasme otot tonik serta hiperrefleksia mengakibatkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang, dan paralisis pernapasan.

Gejala penyakit tetanus yaitu sebagai berikut :

  • Kaku pada otot rahang.
  • Kekakuan pada otot leher.
  • Kesulitan menelan.
  • Otot perut jadi kaku.
  • Kejang badan.
  • Demam.
  • Berkeringat.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Denyut nadi ataupun jantung cepat.

Pencegahan Penyakit Tetanus

Mencegah tetanus lewat vaksinasi merupakan jauh lebih baik dari pada mengobatinya. Dalam anak-anak, vaksin tetanus diberi sebagai bagian dari vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Untuk orang yang telah dewasa sebaiknya menerima booster.

Pada seorang yang punyai luka, jika :

  • Sudah menerima booster tetanus di waktu 5 tahun ini, tidak perlu menekuni vaksinasi lebih imbuh.
  • Belum pernah menerima booster dalam sewaktu 5 tahun terakhir, kunjung diberikan vaksinasi.
  • Belum pernah menjalani vaksinasi atau vaksinasinya tidak komplet, diberikan suntikan immunoglobulin
  • Tetanus dan suntikan pertama dari vaksinasi 3 bulanan.

Setiap luka khususnya luka tusukan benda berkarat atau paku sudah berkarat yang dalam harus dibersihkan secara akurat karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah perkembangan bakteri Clostridium tetani. Untuk orang yang rentan pada luka. Luka tertutup, umpama tertusuk paku dan bukannya luka terbuka yang mengeluarkan darah mengalir) perlu dilakuin vaksinasi toksoid.

Pengobatan Tetanus Secara Medis

1. Obat Tetanus Antitoksin (Anti Tetanus Serum atau ATS)

Saat indonesia tersedi antitoksin tetanus, misalnya tetanus immune globulin. Tetapi, antitoksin ini hanya meraih menetralkan racun yang tidak terikat jaringan saraf.

2. Antibiotik

Antibiotik diperlukan untuk membunuh bakteri penyabab tetanus, baugs diberikan secara oral (diminum) atau dengan suntikan (umumnya).

3. Vaksin

Di Indonesia, vaksin tetanus termasuk juga dalam daftar imunisasi wajib untuk putra. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus). Metode vaksinasi ini mesti diberi dalam lima tahap, diantaranya pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, kemudian 4-6 tahun.

Untuk buah hati berusia diatas 6tahun, tersedia vaksin Td yang berfungsi memberikan lindungan dan menjaga pada perkembangan tetanus sekaligus difteri. Proses vaksinasi ini harus diulang tiap 10 tahun untuk mempertahankan kekebalan badan terhadap tetanus dan difteri.

Selain dengan vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakuin dengan selalu menjaga kebersihan, khususnya saat merawat luka agar tidak terkena infeksi. Sekali mengalami tetanus tidak membuat seseorang kebal bersama serangan berikutnya. Jadi, ia mesti menerima vaksin tetanus untuk mencegah infeksi tetanus di kemudian hari.

Semoga infonya bisa bermanfaat.

Written by 

Related posts