Search

Puluhan Warga Menginap di Gedung DPRD Sultra, Tuntut Ganti Rugi Lahan

Alikanews.com – Di pelataran gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara,  dipenuhi Puluhan warga Kecamatan Kadia, Kendari. Mereka menginap sebagai aksi protes, Selasa (31/1/2017).

Aksi itu dilakukan sebagai protes karena mereka belum mendapatkan ganti rugi lahan yang kini digunakan untuk kantor Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID).

Pada Senin kemarin, warga sempat menyegel pintu masuk gedung pimpinan DPRD Sultra.

Mereka kecewa dengan pernyataan Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh bahwa masalah ganti rugi lahan akan dibahas setelah masa reses DPRD.

Pengunjuk rasa mengklaim bahwa selaku ahli waris, mereka sudah dijanjikan akan menerima ganti rugi dari pemerintah sejak 22 tahun silam.

Salah seorang pemilik lahan, Jumain, menyatakan tidak mau lagi menunggu lama pembahasan ganti rugi.

“Lahan kami sudah 22 tahun lalu dibangunkan P2ID, hingga saat ini belum ada titik terang mengenai ganti rugi lahan. Kami bosan dijanji-janji dewan yang telah menerima aspirasi, kami punya lengkap sertifikat tanah,” kata Jumain, Selasa pagi.

Oleh karena itu, warga meminta DPRD Sultra segera mengambil putusan atas masalah ini.

Jika pihak DPRD belum bisa menyelesaikan perkara ini, warga akan tetap menduduki gedung DPRD Sultra.

Kantor P2ID dibangun di atas lahan seluas 38 hektar yang dimiliki ratusan kepala keluarga.

Warga yang mengklaim sebagai yang punya tanah itu sudah berulang kali mengadu kepada DPRD Sultra.

 

Sumber : liputan6.com

Written by 

Related posts