Search

Turki Pecat 6.000 Polisi, PNS, Tentara dan Akademisi

Alikanews.com – Turki sudah memberhentikan lebih dari 6. 000 petugas polisi, pegawai negeri, serta akademisi sebagai bagian dari operasi pembersihan yang tengah berlangsung. Turki sedang ada dibawah pemerintahan darurat sejak kudeta yang gagal pada bulan Juli lalu.

Ribuan orang sudah dipecat dari pekerjaan mereka atau ditangkap dibawah langkah-langkah yang ketat. Terakhir,  2. 687 polisi, 2. 537 pejabat pengadilan serta kementerian kesehatan, 634 akademisi serta 135 pejabat dari direktorat urusan keagamaan dipecat menurut dekrit yang diterbitkan dalam berita resmi sebagaimana dilansir dari Independent, Sabtu (7/1/2017).

Pemerintah, di bawa Presiden Recep Tayyep Erdogan, juga menyebutkan dalam keputusan itu kalau individu yang tinggal diluar negeri yang sedang dicari oleh pihak berwenang Turkikemungkinan kewarganegaraannya dicabut bila tidak kembali dalam waktu 3 bulan.

Seecara keseluruhan, 120 ribu orang sudah ditangguhkan atau diberhentikan dari pekerjaan mereka sejak upaya kudeta, walaupun ribuan dari mereka sudah dikembalikan ke pos mereka. lebih dari 41 ribu orang sudah dipenjara, lebih dari 100 ribu tengah melakukan penyelidikan.

Kelompok pertama yang dituduh mendukung upaya untuk menggulingkan Erdogan sudah diadili di distrik Silivri, Istanbul, pada tanggal 27 Desember lalu.

Parlemen Turki, yang dikuasai oleh partai penguasa AKP, minggu ini sudah memperpanjang aturan darurat selama tiga bulan. Langkah ini disebutkan diperlukan oleh pemerintah untuk mempertahan operasi pembersihan pada pendukung Fethullah Gulen yang dituding sebagai dalang kudeta. Tetapi, Gulen menyanggah tuduhan tersebut

Written by 

Related posts