Search

Ketahui 3 Penyebab Mata Infeksi

AlikaNews.Com –

1. Blepharitis

Blepharitis adalah jenis peradangan yang terjadi pada kelopak mata, dan biasanya disebabkan akibat adanya bakteri, virus, alergi atau ada penyumbatan pada kelenjar kelopak mata tertentu. Ini merupakan kondisi kronis atau tidak sepenuhnya bisa disembuhkan.

Gejala: Umumnya menyebabkan kemerahan pada kelopak mata yang disertai rasa gatal, bengkak, dan bersisik di dasar bulu mata. Kelenjar minyak juga bisa terpengaruh karena ketidakseimbangan hormon. Bagi orang yang menderita blepharitis biasanya mengalami rasa panas, mata kering, pandangan yang kabur, dan sensitiv cahaya, pengerasan kulit pada daerah bulu mata, berwarna kemerahan dan pterjadi embengkakan pada mata atau kelopak mata.

Pengobatan: Meskipun tidak sepenuhnya bisa diatasi, namun dapat diobati dengan memastikan kebersihan kelopak mata secara maksimal. Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, menyebabkan aringan parut ataukemungkinan cedera pada jaringan mata, perawatan yang tepat adalah penting. Untuk meredakan gejalanya, bisa mencelupkan kain kedalam air hangat kemudian diletakkan di atas mata. Dilakukan berulang kali tergantung kebutuhan. Bungkus jari telunjuk dengan kain hangat dan basah, lalu digunakan untuk membersihkan kelopak dengan sampo atau sabun bayi ringan yang diencerkan. Membersihkan mata suatu waktu dengan menggunakan kain cuci dengan cara menggosok bagian atas kelopak dan bulu mata. Menggunakan krim mata testosteron untuk kelopak mata bisa membantu jika bermasalah dengan kelenjar minyak.

2. Selulitis kelopak mata Ini adalah bentuk infeksi parah yang terjadi pada kelopak mata, yang sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri karena ada luka pada kulit, sinus, atau gigitan serangga pada kelopak mata. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini bisa lebih parah dan bahkan menyebar ke seluruh wajah dan menyebabkan pembengkakan. Dalam kasus paling buruk, infeksi ini juga dapat mempengaruhi bolat mata.

Gejala: Gejala umumnya termasuk kemerahan, rasa nyeri, pembengkakan pada kelopak mata, kelopak mata terasa panas, pandangan kabur, mata berair, berkurangnya pandangan, keluar nanah dan seringkali demam ringan. Dalam kasus yang sangat buruk bisa menyebabkan sakit kepala, demam tinggi, gerakan bola mata yang terbatas dan bahkan kehilangan penglihatan.

Pengobatan: Menggunakan kompres hangat pada kelopak mata dan wajah bisa digunakan sebagai bagian dari pengobatan umum. Sangat disarankan menghindari menyentuh dan menggosok mata. Pengobatan medis biasanya diberikan antibiotik, namun dalam kasus paling buruk operasi mungkin diperlukan.

bintilan Infeksi kelopak mata lainnya yang umum adalah timbilan. Hal ini adalah benjolan didekat tepi mata yang menyebabkan rasa sakit, akibat infeksi yang terjadi pada folikel bulu mata. Bakteri yang biasanya tidak berbahaya dapat menyebabkan infeksi pada kasus kulit yang luka. Terjadinya timbilan juga bisa disebabkan karena menggosok mata dengan tangan yang membawa bakteri. Timbilan umumnya tidak menyebabkan kerusakan pada mata dan seringkali akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Jenis infeksi kelopak mata yang satu ini seringkali bisa menular, dan dalam kasus infeksi yang berat bantuan medis dibutuhkan, kadang dibutuhkan antibiotik. Gejala: Gejala timbilan umum termasuk kelopak mata memerah dan benjolan yang seringkali menimbulkan rasa sakit. Benjolan ini umumnya terjadi ditepi kelopak mata, dan seringkali bernanah di dalamnya. Perasaan mengganjal merupakan gejala yang umum dan seringkali disertai dengan iritasi dan mata berair. Ketika nanah keluar, benjolan biasanya mengempes.

Pengobatan: Kapas bersih yang dibasahi dengan air panas bisa digunakan untuk mengompres dan mengurangi rasa sakit akibat timbilan. Pastikan kapas tidak terlalu panas sehingga tidak menyebabkan segala luka bakar. Seringkali antibiotik dibutuhkan untuk membantu mengusir infeksi. Perawatan juga diperlukan untuk mencegah timbil pecah sebelum waktunya akibat terbentur benda. Hindari juga memencet tembel dengan sengaja, karena dapat menyebabkan infeksi bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya. Jika tembel tetap terasa panas dan sakit setelah beberapa hari, sebaiknya di periksakan kedokter

 

Written by 

Related posts