Search

Myanmar Tahan 423 Orang Etnis Rohingya

Alikanews.com – Sejumlah 13 orang anak-anak berada dalam daftar 423 orang yang ditahan oleh Kepolisian Myanmar sejak operasi militer pada 9 Oktober 2016. Operasi militer itu dilakukan selepas tiga polisi tewas diserang kelompok pemberontak di Negara Bagian Rakhine.

Ratusan orang yang ditahan itu diketahui sebagai etnis minoritas Rohingya. Belasan anak-anak itu mengaku pada polisi bekerja sama dengan pemberontak. Kenyataan itu tersingkap dalam bocoran dokumen setebal 11 halaman. Kapten Polisi Distrik Maungdaw, Than Shwe, mengonfirmasi nama-nama itu.

“Kami, polisi, mesti menangkap siapa pun yang terkait dengan para pemberontak, anak-anak atau bukan, namun pengadilanlah yang bakal mengambil keputusan apakah mereka bersalah atau tidak. Kami tidak bisa memutuskan,” kata Kapten Than Shwe, mengutip dari Reuters, Jumat (17/3/2017).

Sejumlah 423 orang itu ditahan dibawah Undang-Undang Asosiasi Pelanggar Hukum yang diwariskan dari masa penjajahan Inggris. Rata-rata usia tahanan itu adalah 34 tahun, dengan tahanan paling muda berusia 10 tahun dan paling tua berusia 75 tahun. Satu orang dari daftar itu dicoret sertdan a diimbuhi tulisan ‘meninggal’.

Semua 13 orang anak-anak itu masih berusia dibawah 18 tahun. Mereka telah dipindahkan dari penjara milik polisi perbatasan. Polisi memastikan anak-anak itu tidak mengalami penyiksaan selama ditahan dan diinterogasi.

Undang-Undang Myanmar menyebutkan, anak usia tujuh sampai 12 tahun cuma bisa dianggap bertanggung jawab atas tindakan kriminal bila sudah cukup dewasa untuk memahami konsekuensi dari perbuatannya. Dua orang anak diketahui berusia 12 tahun dan dua orang lainnya berusia 13 tahun.

Salah satu staf pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Zaw Htay, mengaku cuma tahu ada lima orang anak-anak yang saat ini ditahan di penjara. Ia menyebut otoritas berada dalam perintah cukup ketat untuk tidak melanggar hak-hak para tahanan, termasuk anak-anak. Zaw Htay mengancam tidak akan memberi ampun untuk otoritas yang menyiksa para tahanan.

Written by 

Related posts