Search

Setya Novanto Juga Terseret Dalam Kasus e-KTP

Alikanews.com – Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) mengaku resah dengan datangnya kasus e-KTP. Ketua Umum Golkar Setya Novanto juga terseret dalam kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menilai manuver GMPG keliru.

“Jangan melakukan langkah-langkah yang blunder, yang bisa kontraproduktif dan bisa menimbulkan perpecahan dengan isu-isu munaslub itu,” kata Agung di kediamannya, Jakarta, Minggu (26/3/2017).

Agung meminta seluruh kader tenang menghadapi kasus itu. Kemudian, mencari solusi yang terbaik. Golkar, kata Agung, saat ini sedang fokus mengikuti pilkada.

Mantan Ketua DPR itu juga melihat wacana Munaslub terlalu dini dan tidak memiliki dasar secara AD/ART dan hukum.

“Kita tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, harus dijunjung tinggi, siapa lagi kalau bukan kita, apalagi Partai Golkar, saya kira generasi muda ini juga tentu harus berada di paling depan,” kata Agung.

Agung menegaskan pandangan Munaslub Golkar keliru karena sudah melakukan vonis bersalah terlebih dahulu. Padahal, kata Agung, belum ada keputusan hukum terhadap Novanto.

“Ini proses peradilan sedang berjalan, berikan waktu lah kepada waktunya,” kata Agung.

Sebelumnya, Generasi Muda Partai Golkar mengalami keresahan dengan bergulirnya kasus e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kasus tersebut juga menyeret nama Ketua Umum Golkar Setya Novanto.

“Suasana yang berkembang di masyarakat tidak menguntungkan Golkar, Golkar seperti jadi bulan-bulanan identik dengan Golkar dan ketum, tidak kondusif menghadapi event politik,” kata Politikus Muda Golkar Ahmad Doli Kurnia di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (23/3/2017).

Doli mengatakan agenda politik terdekat yakni verifikasi parpol serta pilkada serentak 2018. Doli menuturkan Golkar tidak memiliki waktu banyak untuk menghadapi pemilu 2019.

“Kami merasa terganggu. Hakim saja mengatakan ke saksi apakah proyek e-KTP punya Golkar. Saya kira bukan hal baik ke kita,” kata Doli.

Doli mencontohkan kasus kekurangan blanko membuat masyarakat mempresepsikan kasus e-KTP Partai Gokkar. Ia meminta pihak-pihak di internal Golkar sadar mengenai realitas di lapangan.

“Kami terus melakukan pertemuan, kemudian berkomunikasi dengan dewan kehormatan, pakar dan pertimbangan, serta senior Golkar seperti Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla juga ke Setya Novanto,” kata Doli.

 

Sumber : tribunnews.com

Written by 

Related posts