Search

Ratusan Migran asal Afrika Diduga Tenggelam di Laut Mediterania

Alikanews.com – Lebih dari 250 migran asal Afrika diduga tenggelam di Laut Mediterania selepas kapal penyelamat menemukan lima jasad dekat dua perahu karet yang rusak. Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) siap siaga selepas kapal penyelamat Golfo Azzuro dikelola lembaga swadaya Spanyol Proactiva Open Arms melaporkan penemuan jasad dekat perahu karet yang tenggelam sebagian di lepas Pantai Libya.

“Kami berfikir tidak ada penjelasan selain perahu karet itu sebelumnya penuh dengan orang. Tampak jelas mereka tenggelam,” ungkap juru bicara Proactiva, Laura Lanuza pada kantor berita AFP.

Lanuza menambahkan, perahu karet itu biasa dipakai para penyelundup manusia. Setiap kapal biasanya mengangkut 120-140 migran. “Selama satu tahun kami tidak pernah melihat perahu karet yang tidak penuh penumpang,” katanya. Ia menjelaskan, jasad yang ditemukan merupakan pria Afrika berusia sekitar 16 dan 25 tahun. Mereka tenggelam sekitar 24 jam sebelumnya.

Para korban ditemukan ketika fajar kemarin di perairan utara Pelabuhan Sabrata, Libia, menurut staf medis kapal penyelamat. Direktur UNHCR Biro Eropa Vincent Cochetel menyebutkan, kapal penyelamat itu berpatroli di wilayah yang menjadi jalur pengungsian melalui laut itu.

Walau kondisi laut ketika musim dingin sangat ganas, para migran berangkat dari Libia memakai perahu karet yang dioperasikan para penyelundup manusia.

Aktivitas penyelundupan manusia itu semakin bertambah dalam beberapa bulan pamungkas. Sebagian besar pengungsi menuju Eropa untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pada akhir minggu lalu, kapal penyelamat asal Italia membantu hampir 6.000 imigran. Hampir 22.000 pengungsi sudah diselamatkan oleh otoritas perairan Italia sejak awal 2017.

Meningkatnya jumlah pengungsi yang melintasi laut Mediterania itu lantaran kondisi yang semakin buruk di Libia. Selain itu ada kekhawatiran rute laut ke Eropa bakal segera ditutup bagi penyelundupan manusia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sedikitnya 440 migran tewas ketika berupaya melintasi laut dari Libia ke Italia sejak awal 2017.

Badan pengungsi PBB memperkirakan total kematian migran ketika melintasi Mediterania sekitar 600 jiwa. Data itu jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya berdasarkan jasad yang ditemukan serta pengakuan  para korban selamat.

Walau resikonya begitu fatal, para migran tetap berupaya mencapai Eropa dan memanfaatkan jasa para penyelundup manusia. Lebih dari setengah juta pengungsi menuju Italia antara tahun 2013 dan akhir tahun lalu. Bila trend ini terus bertahan, sejumlah 250.000 pengungsi tambahan diperkirakan masuk tahun ini ke Italia. Mereka bakal ditampung di sejumlah fasilitas pencari suaka.

Written by 

Related posts