Search

Anjing Ini Bawa Ember untuk Minta Air

Alikanews.com – Seekor anjing di Peru terekam kamera membawa ember dengan menggunakan taringnya untuk meminta air di sebuah wilayah di Ibu Kota Lima. Anjing itu sudah menarik simpati banyak orang.

Banjir bandang yang melanda Peru beberapa waktu terakhir ini menyisakan kisah pilu bagi banyak orang yang kehilangan keluarga terkasih dan harta benda, tidak terkecuali seekor anjing.

Anjing itu membawa ember menggunakan mulutnya untuk meminta air kepada penduduk di Lima. Hewan bertaring yang tidak diketahui namanya itu mengelilingi Chorrillos, salah satu wilayah yang mengalami kekurangan air akibat bencana yang menewaskan sekitar 75 orang serta menyebabkan lebih dari satu juta lain terpaksa mengungsi.

Buntut dari bencana yang berlangsung pada pertengahan Maret ini, perusahaan pengelolaan air minum nasional Peru mematikan pasokan air bersih lantaran sudah terkontaminasi dengan lumpur.

Masyarakat pun mesti mengantre lama di beberapa tempat yang sudah ditentukan untuk memperoleh air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tak terkecuali anjing itu.

Anjing cerdas itu memutuskan bergabung dalam antrean dengan membawa ember sendiri untuk memastikan kebutuhan air terpenuhi. Aksi anjing itu menarik perhatian banyak orang, yang lantas merekam peristiwa langka itu.

Sebagaimana dikutip Daily Mail pada 26 Maret 2017, gambar dan videonya langsung menjadi viral dan sudah dibagikan ribuan kali dalam beberapa jam selepas diunggah ke sosial media.

Beberapa netizen juga mengekspresikan perasaan iba melalui komentar pada video yang dibagikan itu.

Salah satu netizen, Josselyn Ortiz, berujar, “Lihatlah wajah ini saat ia membelai, itu seperti ia tengah berpikir, ‘Jangan berpikir tentang mencurangi saya dengan trik Anda, lantaran saya tidak bakal memberikan ember’.”

Netizen lain, Donova Sba, mengatakan, “Ini seperti ia mencari pemiliknya untuk menunjukkan kepadanya, ‘Lihat, saya mempunyai air, dimana kau? ’,”

Bencana yang menimpa Peru kali ini disebut sebagai yang terburuk dalam dua dekade pamungkas. Curah hujan tidak biasa yang diikuti dengan serangkaian badai sudah membuat sungai meluap, tanah longsor, serta banjir di sepanjang pantai utara Peru.

Written by 

Related posts