Search

Masinton Miris Dengar Peristiwa Penolakan Kunjungan Fahri Hamzah di Manado

Alikanews.com – Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengaku miris dan prihatin mendengar peristiwa aksi penolakan kunjungan Fahri Hamzah di Manado, Sulawesi Utara.

Masinton membantah keprihatinan itu karena Fahri merupakan koleganya di DPR.

“Keprihatinan saya bukan karena Fahri Hamzah berseberangan sikap politik dengan saya yg berasal dari Partai pendukung pemerintah, bukan!. Keprihatinan saya juga bukan karena suku dan agama Fahri Hamzah yang berbeda dengan saya, bukan itu!!” kata Masinton melalui pesan singkat, Minggu (14/5/2017).

Masinton prihatin adanya penolakan terhadap sesama anak bangsa di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia mempertanyakan sikap di masyarakat yang menyusutkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa Indonesia hanya karena perbedaan.

“Bukankah kita telah mengikrarkan diri bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu; Indonesia,” kata Anggota Komisi III DPR itu.

“Kita menghirup udara yang sama, kita meminum air yang sama, kita berdiri di atas tanah yang sama. Dan kita sama-sama bersaudara; Indonesia,” tambah Masinton.

Sebelumnya, Pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah, dievakuasi dengan pengamanan ketat polisi dan pulang lebih cepat ke Jakarta setelah kunjungannya ke Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (13/5/2017) siang, mendapat penolakan dan pengusiran ribuan warga setempat.

Ribuan warga di Manado berunjuk rasa menolak kedatangan Fahri karena pimpinan DPR tersebut dianggap sering melontarkan pernyataan yang intoleran dan memecah keutuhan NKRI.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Ibrahim Tompo menuturkan, massa yang berjumlah 2 ribuan orang telah berkumpul di Jalan AA Maramis, depan Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, sejak pukul 09.00 WIB, sebelum pesawat Garuda Indonesia yang ditumpangi Fahri Hamzah tiba.

“Situasi yang terjadi, sekitar jam 09.00-an, massa sudah mulai berdatangan ke bandara. Diperkirakan massa sekitar 2 ribuan orang dan ada ke Kantor Gubernur,” ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, berkumpulnya massa yang menolak kedatangan Fahri Hamzah di bandara adalah spontanitas. Itu terjadi tidak terlepas adanya ajakan kepada masyarakat untuk menolak kedatangan Fahri Hamzah yang tersebar di media sosial.

Massa pengunjuk rasa terus bertambah dan berteriak meminta Fahri Hamzah meninggalkan Manado. Upaya Gubernur Sulut Olly Dodokambey untuk menenangkan massa dari mobil komando massa tak diindahkan.

 

Sumber : tribunnews.com

Written by 

Related posts