Search

Polri Didesak Gelar Sayembara, Untuk Membongkar Kasus Novel Baswedan

Alikanews.com – Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) menilai Polri perlu membuka sayembara untuk membantu penyelidikan teror penyiraman cairan kimia terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Polri perlu membuka sayembara terbuka dengan hadiah menarik kepada masyarakat agar penganiaya Novel Baswedan cepat terungkap,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan di Jakarta Minggu.

Lemkapi menganggap penyidik kepolisian akan kesulitan mengungkap kasus penyiraman terhadap Novel karena terjadi pada malam hari dan minim bukti maupun informasi di lapangan.

Kasus yang cukup menyita perhatian publik menurut Edi, kadang diperlukan cara tradisional seperti pada masa lampau melalui sayembara terbuka kepada masyarakat.

“Melalui sayembara terbuka akan banyak informasi dari masyarakat yang disampaikan polisi,” ujar mantan komisioner Kompolnas itu.

Berdasarkan berbagai informasi dari masyarakat, Edi berharap kasus teror terhadap akan mudah terbongkar.

Sebelumnya, petugas Polda Metro Jaya melepaskan pria berinisial AL yang sempat dicurigai sebagai pelaku penyiraman cairan kimia terhadap Novel Baswedan di kawasan Jakarta pada 9 Mei 2017.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menuturkan polisi mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan telah memeriksa AL selama 1×24 jam sehingga tidak menahan pria tersebut.

AL tercatat sebagai petugas keamanan salah satu spa di wilayah Jakarta dengan jam kerja sejak pukul 15.00 WIB hingga 00.00 WIB.

Novel disiram air keras yang diduga dilakukan dua orang pria tidak dikenal di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai menjalani shalat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB.

Akibat insiden tersebut, Novel menderita luka pada bagian wajah dan bengkak pada bagian kelopak mata kiri, sementara itu pelaku melarikan diri.

 

Sumber : suara.com

Written by 

Related posts