Search

Polri Tingkatkan Pengamanan di Perbatasan untuk Cegah TKI Ilegal

Alikanews.com – Polisi menyatakan banyaknya pengiriman TKI ilegal melalui ‘jalur tikus’ di perbatasan negara disebabkan karena para pelaku sudah mempelajari medan tersebut. Karena itu, pengamanan di perbatasan yang dianggap rawan akan ditingkatkan.

“Kan kita di border ada petugas keamanan TNI, polisi, Imigrasi, Bea Cukai. Harus ditingkatkan lagi berarti anunya (pengamanannya),” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2017).

Meski sudah ada penjagaan ketat, namun masih saja ada yang bisa melewati perbatasan untuk jadi TKI ilegal. Misalnya di perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Para pelaku diduga sudah mempelajari jalur-jalur yang bisa dilewati. “Ini kan jalur darat, mereka kan pasti betul-betul mempelajari gimana bisa nyebrang,” jelas Herry.

Contohnya di daerah Entikong, Kalimantan Barat, di sana merupakan jalur rawan TKI ilegal. Menurut Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto, nahkoda kapal yang mau mengangkut TKI ilegal itu dibayar Rp 10 juta.

“Setelah di Entikong, ada nahkoda kapal dibayar Rp 10 juta. Oleh penampung di seberang (Malaysia) dia menerima Rp 15 juta,” jelas Ari Dono di lokasi yang sama.

Bagi para pelaku penyalur TKI ilegal dapat diancam kurungan penjara selama 3 sampai 15 tahun. Mereka akan dikenakan UU nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

 

Sumber : detik.com

Written by 

Related posts