Search

Adhyaksa Dault: Pak Wiranto Tahu Lah Siapa Saya

Alikanews.com – Adhyaksa Dault mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, via aplikasi WhatsApp, mengenai pernyataan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu soal khilafah, atau konsep kepemimpinan umum menurut ajaran Islam.

“(Tjahjo menjawab) dipahami, dan kata beliau mas (Adhyaksa) klarifikasi juga ke Menkopolhukam (Wiranto), dan usahakan untuk bertemu,” ujar Adhyaksa Dault saat dihubungi Tribunnews.com.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang sekarang menjabat Ketua Kwartir Nasional Pramuka itu mengaku belum bisa melakukan klarifikasi ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.

Pasalnya sang Menko sedag berada di luar negeri.

“Beliau masih ada di luar negeri, insya Allah hari Kamis baru sampai di Jakarta,” katanya.

“Pak Wiranto tahu lah siapa saya, waktu saya ketua KNPI, beliau Panglima ABRI nya, waktu saya ketua Garda Merah putih, beliau ketua dewan pembinanya, masa saya dituduh anti Pancasila,” katanya.

Klarifikasi Adhyaksa Dault ke Tjahjo Kumolo, berawal dari tudingan Tjahjo Kumolo, bahwa ada mantan menteri yang anti Pancasila.

Pernyataan itu didasarkan atas rekaman video Adhyaksa Dault, yang mengaku mendukung konsep khilafah.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu saat menghadiri acara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 2013 lalu.

HTI sendiri sudah diumumkan oleh Wiranto, akan dibubarkan. HTI dianggap oleh pemerintah bertentangan dengan Pancasila dan Undanng-Undang Dasar (UUD) 1945.

Wiranto juga sudah mengumumkan, bahwa pemerintah mempermasalahkan konsep khilafah yang diusung HTI.

Terkait pernyataannya yang mendukung khilafah, Adhyaksa Dault menegaskan yang ia maksud adalah bersatunya umat Islam seluruh dunia, bukan berarti harus mengubah tata kenegaraan Indonesia yang sudah terbangun.

Khalifah yang ia maksud berbeda dengan sistem khalifah yang diusung Islamiq State of Iraq and Syria (ISIS).

Adhyaksa Dault mengaku tidak setuju dengan sistem kekhilafahan seperti yang dibawa ISIS, dan akan menentang siapapun yang mengupayakan hal tersebut.

“Khilafah yang saya maksud itu bukan seperti ISIS, tapi bersatunya umat Islam,” katanya.

 

Sumber : suara.com

Written by 

Related posts