Search

Berikut Perawatan, Pengobatan, Dan Pencegahan Penyakit Polio

Alikanews.com – Polio yaitu penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Bandar pembawa penyakit ini, virus yang sebut poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini meraih memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot serta kadang kelumpuhan (paralisis).

Pada bln. Maret 2014, WHO untuk kawasan South america Tenggara, menyebutkan kalau lokasi Asia Tenggara sudah bebas polio, karena itu vaksinasi polio pada bayi sudah tidak perlu diberikan pula.

Sindrom pasca-polio biasanya menimpa orang yang berusia 0-40 tahun sebelumnya pernah menderita penyakit polio. Gejala yang sering berlangsung di antaranya :

  • Sulit bernapas atau menelan.
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat.
  • Persendian maupun otot makin lemah lalu terasa sakit.
  • Depresi ataupun mudah berubah suasana hati.
  • Gangguan tidur dengan kerumitan bernapas.
  • Mudah lelah.
  • Massa otot tubuh menurun.

Berikut perawatan, pengobatan dan pencegaahan penyakit polio :

1. Perawatan Polio

Diagnosis depan polio bisa dilakukan dengan menanyakan gejala yang dihadapi pasien, apakah sudah dikasih vaksin polio sebelumnya ataupun melakukan kontak dengan penderita polio, dan melalui pemeriksaan fisik. Pengambilan sampel cairan serebrospinal, tinja, atau lendir akan dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis.

Belum nyata pengobatan yang dapat menyembuhkan polio bila virus polio sudah menjangkiti seseorang. Namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk perawatan pendukung untuk mencegah komplikasi dan membuat penderita merasakan lebih nyaman, Contoh : terapi fisik guna mencegah hilangnya fungsi otot, obat pereda nyeri, pola makan yang bernutrisi, istirahat, dan alat bantu pernapasan bila diperlukan.

Disabilitas, kelainan bentuk kaki dan pinggul, serta kelumpuhan sementara ataupun permanen bisa berlangsung gara-gara polio paralisis. Operasi kemudian therapy fisik bisa diterapkan untuk mengatasi kelainan ukuran pada persendian.

2. Pengobatan Polio

Tidak ada obat untuk polio. Pengobatan bertujuan untuk mengelola efek dari penyakit meliputi :

  • Antibiotik untuk infeksi sek.
  • Obat penghilang rasa sakit.
  • Ventilator portabel untuk membantu pernapasan.
  • Obat untuk mengurangi kejang otot.
  • Latihan atau olahraga ringan-sedang.
  • Fisioterapi.

3. Pencegahan Tertular Penyakit Polio

Polio bisa dicegah dengan vaksinasi yang sanggup memberikan kekebalan pada serangan polio seumur hidup, khususnya pada anak-anak. Anak-anak wajib diberikan empat dosis vaksin polio tidak aktif, adalah pada saat mereka berusia 2 bln., 4 bln., 6 bln., dan masa 1) 5-2 tahun.

Vaksin polio dengan virus tidak aktif memiliki kemungkinan mendekati 100 % untuk secara efektif menahan polio setelah tiga kali penyuntikan, serta aman untuk jamaah yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Efek samping yang biasanya terjadi setelah pemberian suntikan yaitu rasa sakit dan kemerahan pada titik penyuntikan.

Orang dewasa yang harus mendapatkan serangkaian vaksin polio yaitu mereka yang belum pernah divaksinasi/status vaksinasinya tidak benar. Dosis vaksinasi polio di orang dewasa yaitu 2 dosis pertama dengan jarak waktu antara 1-2 bln., dan dosis ketiga masa 6-12 bln. setelah pemberian dosis ke-2. Sebagian jamaah yang diberikan vaksin polio bisa mengalami alergi. Jika setelah disuntik mengalami alergi, segera temui dokter.

Reaksi alergi yang mungkin timbul dan biasanya muncul sesudah beberapa menit sampai dalam beberapa jam yaitu pusing, lemas, tenggorokan bengkak, sulit bernapas, pucat, serak, biduran, dan jantung berdetak kencang.

Itulah perawatan, pengobatan dan pencegahan penyakit polio. Semoga info ini bisa bermanfaat untuk anda yang membacanya.

Written by 

Related posts