Search

Warga Inggris Masih Dibayangi Isu Keamanan dan Terorisme

Alikanews.com – Setidaknya tiga teror mengguncang Inggris beberapa minggu menjelang pemilihan umum, Kamis 8 Juni. Selepas melewati syok serta kecemasan karena berbagai serangan teror itu, keamanan masih menjadi isu utama.

Menyusul serangan terakhir, Perdana Menteri berujar “sudah cukup” dan memperingatkan Inggris mesti secara radikal mengubah pendekatannya.

Sementara itu ibu kota Inggris secara fisik masih menyesuikan diri terhadap ancaman baru. Polisi yang dipersenjatai dikerahkan ke sasaran-sasaran lunak seperti stasiun kereta dan daerah turis. Di jembatan terkenal yang melewati Sungai Thames, perintang didirikan untuk memisahkan jalan raya serta trotoar, sehingga melindungi pejalan kaki dari serangan dengan kendaraan. Ini adalah cara yang digunakan menyerang dalam dua insiden teroris terkahir di London.

Namun, selain pertahanan fisik, bagaimana Inggris bisa melindungi diri? Pertanyaan itu adalah isu terpenting menjelang pemilhan Kamis besok.

Saat berkampanye Selasa, 6 Juni, PM Theresa May berjanji bakal menyediakan peralatan yang diperlukan badan-badan keamanan. Pemerintah mendesak situs-situs seperti YouTube supaya mengawasi secara lebih ketat video yang diunggah. Aktivis masyarakat Muslim Hamdi Abdalla Mohamud menyambut baik fokus pada ekstremisme didunia maya.

Written by 

Related posts