Search

Hilangnya Tiga Pendeta Kristen Dan Tokoh Syiah Gegerkan Grup Minoritas Di Malaysia

AlikaNews.com – Grup minoritas di Malaysia ketakutan selepas tiga pendeta Kristen serta seseorang tokoh Syiah di negara itu hilang disinyalir diculik. Grup minoritas cemas pihak berwenang di negara itu membidik grup minoritas dengan penahanan diluar hukum.

Bukti video serta saksi tunjukkan kalau grup yang begitu terorganisir lakukan penculikan di depan umum. Sebagian bln. selepas beberapa orang itu menghilang, anggota keluarga tak tahu mengenai kehadiran mereka.

”Apakah baginya saya negara berkaitan dengan adanya ini? Ini yaitu pertanyaan yang susah dijawab, ” ujar Suzanna Liew, istri pendeta Raymond Koh yang hilang pada 13 Februari lalu. ”Tapi dapatkah saya tidak pedulikan peluang kalau beberapa orang yang berkuasa berkaitan dengan adanya ini atau lebih tahu dari yang mereka akui? Tak, saya tak dapat. ”

Koh sudah dituduh berusaha untuk merubah kepercayaan orang—sebuah aksi yang dikira kejahatan di Malaysia—dan memperoleh ancaman pembunuhan. Dua pendeta yang lain yang hilang disinyalir diculik yaitu Joshua Hilmy serta istrinya Ruth, yang dilaporkan hilang pada bln. Maret.

Orang ke empat yang juga hilang lewat cara yang sama yaitu Amri Che Mat. Ia disinyalir diculik pada bln. November lalu. Baginya saksi mata, ia dituduh menebarkan Syiah di Malaysia.

Thomas Fann, seseorang aktivis hak asasi manusia membangun Citizen Action Group on Enforced Disappearance (Caged) sebagai respon atas masalah itu.

”Kami berujar kalau ada peluang besar sudah berlangsung penghapusan paksa, yang bermakna kalau negara bisa ikut serta dengan langsung atau tak langsung, ” ujarnya. ”Kami mempunyai argumen untuk yakin kalau ada jalinan karna semua berdasar pada kepercayaan, ” katanya, sebagaimana dilansir Guardian, semalam (7/6/2017).

Fann serta Sevan Doraisamay, direktur eksekutif grup hak asasi manusia SUARAM, meyakini kalau grup yang hilang itu yaitu korban penahanan ekstra-yudisial. Peluang yang lain yaitu geng kriminil profesional sudah menculik mereka. Bila peluang itu benar, jadi bakal menyebabkan pertanyaan kenapa keompok itu dapat beroperasi dengan begitu efisien dibawah “hidung” skuad keamanan Malaysia yang populer trampil.

Dalam satu wawancara dengan Guardian, putri pasangan Liew serta Koh, yaitu Esther serta Elizabeth Koh, melukiskan bagaimana mereka sudah kehilangan keyakinan pada polisi. Mereka berujar kalau petugas tak berikan mereka info serta menekan mereka untuk tak bicara dengan media mengenai masalah ini.

Pada tanggal 24 Mei, polisi Malaysia menjadikan pengumuman mengagetkan kalau tersangka sudah di tangkap dalam masalah hilangnya Koh. Tetapi, polisi tak memberi perincian khusus masalah penangkapan itu.

”Jangan menjadikan tuduhan sebagaimana itu tanpa ada bukti, ” ujar Kepala Polisi Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar. ”Jika Anda memilikinya, maju serta beri pada kami. Kita mesti menyelidiki. Tidak cuma penculikan, namun juga laporan kalau ia memengaruhi kepercayaan beberapa orang Muslim. ”

Written by 

Related posts