Search

Pertempuran Sengit Maute Di Kota Marawi Tewaskan 13 Marinir Dan 40 Terluka

AlikaNews.com – Militer Filipina mengonfirmasi kalau 13 marinir sudah tewas dalam pertempuran sengit dengan grup Maute di Kota Marawi selatan. Perang dengan grup winger ISIS itu juga mengakibatkan 40 marinir yang lain terluka.

Grup milisi bersenjata itu sudah menempati Marawi semenjak 13 Mei 2017. Walau telah diperangi lebih dari dua minggu, grup Maute belum dapat ditumpas oleh militer Filipina.

Juru bicara militer Filipina Kolonel Edgard Arevalo, sebagaimana dilansir AP, Hari sabtu (10/6/2017), berujar belasan marinir tewas dalam pertempuran jarak dekat pada hari Jumat.

Pemerintah terlebih dulu menyebutkan kalau krisis berdarah di Marawi sudah mengakibatkan 20 warga sipil, 134 militan serta 39 tentara pemerintah tewas.

Dengan pertempuran teranyar itu, jumlah korban tewas jadi bertambah lagi. Jatuhnya korban jiwa dari marinir Manila sampai 13 personel itu jadi satu diantara kerugian paling besar yang dihadapi negara itu semenjak perang melawan grup Maute diawali.

Laporan pecahnya pertempuran sengit itu berbarengan dengan tindakan sniper Maute yang menewaskan remaja 14 tahun yang tengah salat Jumat di satu masjid di Marawi. Korban terserang tembakan di kepala serta wafat saat itu juga.

Korban di ketahui Abdillah Masid. Ia tengah salat Jumat bersama ayahnya, Cumacasar, serta kerabatnya yang lain di Masjid Datu Saber sekitaran jam 12. 30. Masjid itu cuma berjarak sebagian mtr. dari kamp Brigade 103 Angkatan Darat Filipina.

Kamp miiliter itu sedianya dikunjungi Presiden Rodrigo Duterte Hari kamis lalu. Tetapi, Skuad Keamanan Presiden serta skuad militer membujuk Duterte untuk membatalkan perjalanan itu karna argumen keamanan.

Written by 

Related posts