Search

Sukses Dalam Program Mesin Hypervelocity, China Bakal Luncurkan Dengan Kecepatan Cepat

AlikaNews.com – Pemerintah China menyebutkan sudah berhasil dalam program mesin hypervelocity untuk menembakkan rudal. Mesin rudal anyar ini bakal mendorong senjata China melesat lebih jauh serta dengan kecepatan yang amat cepat.

Pengumuman dari Beijing ini di sampaikan pihak China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Baginya CASC, pengembangan ramjet (mesin jet) hipersonik sukses selepas melakukan delapan uji terbang.

Baginya laporan Global Times, semalam (13/6/2017), mesin revolusioner itu kini siap “dikawinkan” dengan rudal hawa generasi anyar.

Untuk penuhi prasyarat sebagai tehnologi hipersonik, satu mesin mesti dapat melesatkan rudal lebih dari 6. 200 km/jam.

China juga dilaporkan sudah pilih untuk konsentrasi pada bahan bakar padat untuk rudalnya, karna lebih stabil serta tak membutuhkan sistem pengisian bahan bakar yang rumit serta mengonsumsi saat lama. Ini bermakna senjata sejenis itu bakal siap untuk penyebaran dengan cepat.

Ramjet mempunyai kekuatan untuk hasilkan semakin banyak daya dari muatan bahan bakar spesifik dengan menghisap oksigen dari atmosfer untuk dibakar. Langkah tersebut lebih efisien daripada membawa oksidator sendiri. Tingkat supply oksigen ini bisa dikendalikan lewat intake hawa ramjet.

Satu proyek riset ramjet sama sempat digerakkan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), satu tubuh penelitian pertahanan Amerika Serikat (AS). Tetapi, proyek berhenti selepas rangkaian uji terbang selesai pada 2015. Pentagon sekarang pilih konsentrasi pada rudal kecil berkemampuan anyar yang tak mungkin saja nampak sebelumnya tahun 2030-an.

China disebut-sebut sudah meningkatkan bahan bakar padat yang andal untuk program rudalnya semenjak tahun 2000.

Mesin hipervelocity bila “dikawinkan” dengan rudal yang ada, punya potensi melipatgandakan jangkauannya. Sebagai contoh, rudal yang daya jangkaunya 100km dapat jadi 320km saat dilesatkan dengan ramjet hypervelocity. Mesin jet mutakhir ini dapat dibawa oleh pesawat jet tempur siluman J-20 serta J-31 China yang anyar.

Song Zhongping, seseorang pakar militer yang bertugas di Angkatan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, berujar pada media setempat kalau mesin hypervelocity belum hasilkan dorongan yang pas bila dipakai untuk mendorong pesawat berawak.

Tetapi untuk rudal jelajah serta pesawat tempur uji cobatal bisa sesuai untuk memakai mesin berkecepatan tinggi itu.

Perubahan senjata yang selalu dimainkan di Beijing sudah menyebabkan pertanyaan mengenai kekuatan AS di Washington dan di Guam untuk menahan serangan senjata China, termasuk juga senjata nuklir.

Written by 

Related posts