Search

Berikut Ini 8 Manfaat Berteriak Bagi Kesehatan

AlikaNews.Com – 1.Menghilangkan rasa sakit

teriakTim ilmuan dari departemen psikologi dan neurobiologi dari Nasional Universuty of Singapore mengungkapkan bahwa saat kita berteriak “owh” merupakan suara sederhana yang membutuhkan kendali arttikulasi dan volume suara yang maksimal. Saat kita melakukan itu maka akan efisien dan efektif untuk mengurangi rasa sakit.

Penelitian tersebut melibatkan 56 partisipan yang melakukan uji menahan sakit. Para partisipan diberikan rasa sakit, dan saat merasakannya mereka di uji untuk melakukan 5 tes respon saat merasa sakit.

  • Tes pertama mereka diminta untuk berteriak “owh” saat merasa sakit.
  • Tes kedua diminta menekan tombol.
  • Tes ketiga diminta mendengar rekaman suara “owh”.
  • Tes keempat mereka di minta untuk diam.

Hasilnya saat merespon dengan berteriak “owh” lebih mampu menahan sakit lebih lama dari respon lainnya. Oleh karena saat kita merasa sakit, sebaiknya kita memang melepaskan rasa sakit tersebut dengan berteriak sekencang-kencang, karena justru akan membuat kita lebih kuat merasakan sakit.

2.Meredakan stress

Crowley Jack, Phd. Seorang ahli psikologi dari western washington university mengatakan bahwa secara aspek psikologis stres dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan, depresi, hilangnya gairah hidup bahkan meningkatnya agresivitas. Sedangkan secara aspek fisik stres dapat memicu instabilitas tensi, penurunan daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, serta percepatan penuaan, parahnya bisa mengakibatkan kanker.

Dr.Vincent Tuason dari Medical center Minesota, menjelaskan bahwa stress dapat dikurangi dengan berteriak. Berteriak merupakan mekanisme alamiah dalam tubuh untuk mengurangi ketegangan dan perasaan tidak nyaman yang di dapat seseorang.

Prof.Jeffrey Lohr dari J.William Fulbright College of arts and Sciences menambahkan bahwa dengan berteriak mampu memberikan sensasi pengendoran atau kelelahan otot yang menegang disebabkan stres.

3.Menghilangkan perasaan takut

Penelitian yang dilakukan oleh Michelle craske, seorang psikolog dari University of California melakukan penelitian dengan mengajak 88 orang partisipan. Semua partisipan ini memiliki ketakutan akan tarantula hidup.

Penelitian dilakukan dengan membangi 88 orang tersebut menjadi 4 kelompok sama besar. Masing-masing kelompok diminta melakukan respon yang berbeda saat melihat tarantula hidup di depannya.

  • Untuk kelompok pertama diminta untuk berteriak kalimat “Aku takut Laba-laba”
  • Kelompok kedua diminta untuk berteriak “Aku tidak takut laba-laba”
  • Kelompok ketiga diminta untuk berteriak “laba-laba tidak akan menyakitiku”
  • Kelompok keempat diminta untuk diam

Hasilnya cukup mengejutkan, rasa takut justru berkurang bagi mereka yang berteriak kalimat “aku takut dengan laba-laba” yaitu mereka yang berada pada kelompok pertama .Berangkat dari hasil penelitian ini Michelle menyimpulkan bahwa semakin negatif kata yang digunakan orang yang sedang ketakutan untuk menjelaskan ketakutan mereka maka rasa takut tersebut akan berkurang.

Hal ini yang sering disarankan oleh psikolog untuk melepaskan beban yang ada pikirannya. Kita diharapkan berteriak dengan kata-kata untuk menjelaskan kondisi penderitaan dan masalah kita sepenuhnya, maka kita akan merasa lebih lega karena mengungkapkannya.

4.Membakar semangat

Ini mungkin yang sering kita lakukan untuk membakar semangat kita disaat hendak menghadapi suatu tantangan. Bagi para tim olahraga sebelum bertanding tentu akan memompa semangat dirinya dan rekan timnya. Memang diyakini dengan berteriak akan membuat kita lebih bersemangat untuk menghadapi tantangan.

5.Pilihan terbaik untuk meredakan emosi

Semua orang pasti memiliki emosi di dalam dirinya. Emosi adalah unsur kejiwaan yang alamiahnya dimiliki oleh semua orang. Perbedaannya kadar emosi setiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi diri dan lingkungan eksternal yang mempengaruhinya.

Saat kita mengalami suatu kegagalan, sakit hati, atau amarah yang timbul rasanya akan seperti ada beban yang menumpuk di dalam hati dan pikiran. para pakar menyarankan, di saat kita mengalami emosi yang memuncak, maka responlah dengan berteriak sekencangnya sampai Emosi Anda mereda.

Banyak pilihan lain yang bisa dilakukan orang saat emosi, sebut contoh dengan memukul tembok, adu konflik dengan orang lain, atau menyakiti diri sendiri. Tidak ada pilihan terbaik saat emosi kecuali dengan berteriak, karena efektif untuk meredakan emosi dan aman bagi diri kita karena berteriak adalah mekanisme alami dalam tubuh.

6.Mengembalikan kefokusan

Berteriaklah ketika kita muali kehilangan fokus. Kondisi itu terjadi biasanya ketika sudah banyak sekali pekerjaan yang menumpuk di pikiran kita dan kita merasa kebingungan untuk mendahulukan pekerjaan yang mana. Kondisi ini jika di biarkan maka akan membuat kita kehilangan fokus dan menyerah pada keadaan, parahnya justru kita akan menunda pekerjaan kita.

Disaat Anda mengalami kehilangan fokus karena sudah banyak pikiran yang menumpuk, maka responlah dengan berteriak saat itu juga. Kondisi ini akan membuat Anda lebih tenang untuk bisa memutuskan pekerjaan mana yang perlu di dahulukan.

7.Memberikan kebahagian

Pernahkah Anda berpikir kenapa orang-orang ketika melihat sesuatu yang menyenangkan tidak jarang mereka akan berteriak? Misalkan saja saat melihat artis idola mereka, spontan mereka akan berteriak dengan penuh kegembiraan.

Teriakan tersebut dipercaya sebagai bentuk respon atas perasaan bahagia yang dirasakan. Dengan berteriak rasa kebahagiaan akan semakin besar bisa dirasakan. Oleh karena itu, saat Anda mendapatkan kebahagiaan tidak salahnya untuk berteriak, karena itu akan membuat Anda mendapatkan kualitas kebahagiaan lebih besar lagi.

8.Mempercepat aliran darah

Saat kita berteriak otot kita tidak hanya akan dibuat rileks, namun aliran darah di dalamnya juga akan semakin lancar. Saat berteriak, secara otomatis hormon adrenalin kita akan menguat. Hormon inilah yang membuat jantung memompa darah lebih maksimal. Sehingga pembuluh darah yang menuju dan keluar dari jantung akan semakin melebar dan membuka ruang bagi darah untuk mengalir.

Written by 

Related posts