Search

Dennis Rodman Bawakan Hadiah untuk Kim Jong-un

Alikanews.com – Mantan pebasket Amerika Serikat (AS) Dennis Rodman mengejutkan dunia saat tampak di Bandara Internasional Beijing, China. Pris nyentrik itu ternyata terbang ke Korea Utara (Korut) untuk melakukan kunjungan sebagai warga negara biasa (private citizen).

Belum diketahui dengan pasti apakah Dennis Rodman akan bersua dengan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un. Tetapi, pria berjuluk ‘Si Cacing’ itu telah mempersiapkan sejumlah hadiah bagi sang diktator muda ketika bertemu dengan Menteri Olahraga Kim Il-guk.

Sebagaimana dimuat ABC Net, Jumat (16/6/2017), pertemuan ke-2 tokoh itu berlangsung pada Kamis 15 Juni siang saat setempat. Kepada Il-guk, Rodman menyerahkan buku yang ditulis Donald Trump berjudul ‘The Art of the Deal’.

Selain buku yang ditulis Donald Trump ketika masih menjadi pengusaha sukses, Dennis Rodman juga memberi buku anak-anak berjudul ‘Where’s Waldo? The Totally Essential Travel Collection’, sekotak mainan puzzle, dua batang sabun, serta dua buah jersey basket yang telah di tandatangani.

Pria berusia 56 tahun itu bersama rombongan kecilnya lalu menghabiskan waktu bersama sejumlah atlet. Dennis Rodman menyaksikan tim nasional bola basket Korut sambil didampingi oleh Menteri Olahraga Kim Il-guk dan bertemu pejudo peraih medali emas Olimpiade, An Kum-ae.

“Kalian semua mesti bangga pada diri sendiri, karena, kalian tahu, banyak orang tidak memberi penghargaan sepantasnya, karena ini adalah negara kecil. Tak banyak orang dari Korea Utara bisa berkompetisi di seluruh dunia,” kata Dennis Rodman kepada para atlet.

“Di masa lalu, Pemimpin Tertinggi kami bertemu dengan Anda beberapa kali. Ia juga menggunakan waktunya yang berharga untuk menonton laga basket yang diikuti pemain-pemain ini. Di masa lalu, ia bertemu dengan Anda, jadi warga kami begitu mengenal Anda. Kami juga merasa Anda adalah teman lama,” timpal Kim Il-guk.

Kedatangan Dennis Rodman ke Korut nyaris bertepatan dengan pembebasan mahasiswa asal AS bernama Otto Warmbier. Baik Washington ataupun Pyongyang sama-sama menampik pandangan bahwa Rodman ikut berperan dalam pembebasan pria berusia 22 tahun itu dari hukuman kerja paksa.

Written by 

Related posts