Search

7 Penyebab Skizofrenia yang Jarang Diketahui

AlikaNews.Com – Skizofrenia adalah penyakit yang rawan menyerang grup umur produktif. Penyakit ini adalah satu diantara beberapa jenis penyakit sakit jiwa yang termasuk kritis. Baginya data penelitian kesehatan basic (RISKESDAS) tahun 2013, pasien masalah jiwa kritis, termasuk juga skizofrenia, jumlahnya sudah menjangkau 400. 000 orang dari semua masyarakat Indonesia. Itu berarti, penyakit masalah jiwa mesti dikerjakan dengan serius, mengingat jumlah penderitanya sudah tunjukkan angka yang tak sedikit serta mungkin bertambah tiap-tiap tahunnya.

Tetapi tidak bisa disangkal kalau edukasi tentang penyakit mental atau masalah jiwa masih begitu minim, diikuti dengan masih banyak keluarga pasien masalah jiwa yang pilih mengurung mereka dirumah karna dipandang sebagai aib dibanding dengan mengacu mereka ke tenaga medis yang lebih terpercaya. Hal tersebut juga di pengaruhi oleh asumsi kalau cost perlakuan penyakit masalah jiwa pas tinggi, hingga tambah baik untuk menjaga si pasien dirumah. Walaupun, rusaknya yang berlangsung pada otak si pasien juga akan makin kronis serta tingkah laku si pasien juga juga akan makin tak teratasi bila tak selekasnya dikerjakan perlakuan spesial.

Lainnya memastikan langkah apa yang perlu di ambil untuk lakukan mencegah serta pengobatan, kita mesti mencari tahu apa sajakah ha-hal yang punya potensi jadi penyebabnya timbulnya skizofrenia. Tidak ada penyakit yang keluar dengan mendadak, begitu halnya skizofrenia. Meskipun sampai sekarang masih belum juga diketemukan titik jelas tentang penyebabnya skizofrenia yang sebenarnya, ada banyak hal yang diakui jadi aspek penyebab timbulnya masalah jiwa yang termasuk berat ini. Tersebut disini sebagian aspek yang diakui beberapa pakar sebagai penyebabnya skizofrenia :

1. Aspek genetik atau bawaan semenjak lahir
Aspek genetik atau aspek keturunan dari orangtua diakui jadi penyebab terjangkitnya skizofrenia. Sebabnya, pasien skizofrenia umumnya mempunyai keluarga sedarah dengan kisah penyakit yang sama. Kemungkinan skizofrenia dapat turun ke anak bila satu diantara orangtua mempunyai kisah skizofrenia, kemungkinan itu juga makin besar bila ke-2 orangtua juga menderita skizofrenia. Tetapi masalah sebagaimana ini tak senantiasa berlangsung, karna ternyata banyak diketemukan pasien skizofrenia yang mempunyai orangtua tanpa ada kisah penyakit yang sama. Demikian halnya demikian sebaliknya, banyak orangtua punya potensi skizofrenia yang melahirkan anak normal.

2. Kandungan dopamine serta serotonin yang tak seimbang pada otak

Baginya dr. Bambang Eko Suryananto., Sp. KJ yang adalah ketua Asosiasi Tempat tinggal Sakit Jiwa serta Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI), skizofrenia dikarenakan oleh ada peningkatan zat neurotransmitter pada otak, yaitu berbentuk hormon serotonin serta dopami. Neurotransmitter sendiri adalah zat yang menghubungkan otak dengan semua jaringan. Karena jumlah zat neurotransmitter yang tak seimbang, jadi penyampaian info dari otak juga terhalang. Hal semacam ini bisa berimbas ke tingkah laku si pasien yang juga akan kesusahan untuk membedakan mana hal yang ada pada kenyataan serta mana yang cuma ilusi semata.

3. Keadaan kandungan yang tak sehat

Siapa kira bila nyatanya kemungkinan skizofrenia telah bisa terjadi ketika dalam kandungan? Ada dua aspek yang mengakibatkan bayi dalam kandungan dapat terjangkit skizofrenia, yaitu aspek eksternal serta internal. Aspek eksternal yang disebut yaitu keadaan lingkungan yang tak sehat. Paparan virus serta toksin yang menyerang ibu hamil bisa membawa kemungkinan skizofrenia pada kandungannya. Malahan, ibu hamil yang diserang flu ketika trimester pertama membawa kemungkinan skizofrenia semakin besar pada bayinya. Ada juga aspek internal yang terkait dengan keadaan fisik si ibu sendiri. Baginya Dr. dr. Nurmiati Amir., Sp. KJ, ibu hamil yang alami hipertensi juga mempunyai kemungkinan melahirkan anak dengan skizofrenia, karna aliran darah ke otak jadi menyusut hal tersebut beresiko pada otak janin yang tak berkembang dengan prima. Lainnya itu, bayi yang kekurangan nutrisi semasa dalam kandungan juga ikut mempunyai kemungkinan skizofrenia. Tersebut penyebabnya ibu hamil disarankan untuk konsumsi makanan yang bergizi serta beraktivitas yang menjadikan si ibu serta bayi tak stres.

4. Kelahiran prematur

Kelahiran prematur bermakna bayi lahir sebelumnya saat kelahiran normal, yaitu sebelumnya umur kandungan memijak 37 hari minggu. Kelahiran bayi dengan prematur dapat dikarenakan oleh sebagian aspek, satu diantaranya keadaan kesehatan sang ibu yang tak mencukupi hingga bayi mesti selekasnya di keluarkan sebelumnya saat yang sudah ditetapkan. Bayi yang lahir dengan prematur biasanya mempunyai bobot badan yang lebih kecil dibanding dengan bayi yang lahir di umur kandungan yang masak. Fisik bayi prematur juga biasanya belum juga berkembang dengan prima, termasuk juga di bagian otaknya. Hal tersebut yang mengakibatkan bayi yang lahir dengan prematur relatif mempunyai kemungkinan untuk terjangkit skizofrenia.

5. Tingkat stres yang tinggi serta trauma yang berlebihan

Stres memanglah sering dipandang remeh, tetapi tingkat stres yang tinggi ternyata bisa tingkatkan kemungkinan terjangkit penyakit masalah jiwa. Penyebabnya stres sendiri dapat bermacam, sebagaimana kehilangan pekerjaan, persoalan finansial, putus cinta, atau peristiwa tak mengasyikkan di masa lalu yang sampai sekarang masih menghantui fikiran kita. Perasaan juga akan takut terulangnya peristiwa tak mengasyikkan itu lama kelamaan semakin menumpuk serta tumbuh jadi trauma. Trauma yang terlalu berlebih juga akan memengaruhi langkah berfikir kita serta bila dilewatkan berlarut-larut, jadi tidak tutup peluang juga akan menyebabkan kemungkinan skizofrenia.

Satu diantara ciri skizofrenia yaitu paranoid atau rasa takut serta kuatir yang mengagumkan, orang yang positif skizofrenia umumnya juga akan memikirkan beberapa hal yang belum juga pasti berlangsung atau malahan tidak mungkin untuk berlangsung. Bila seorang alami trauma yang sudah lama dipendam, tak tutup peluang kalau orang itu juga akan jadi paranoid. Dari paranoid itu, jadi ia juga akan mulai berhalusinasi juga akan beberapa hal yang belum juga pasti juga akan berlangsung. Jika dilewatkan berlarut-larut, jadi fikirannya juga akan dipenuhi rasa takut serta lalu berkembang jadi tanda skizofrenia.

6. Tekanan sosial

Lainnya persoalan dari sendiri, persoalan yang muncul dari kehidupan di orang-orang dapat juga tingkatkan kemungkinan stres. Predikat negatif yang didapatkan orang-orang, cacian serta makian, pelecehan seksual, ataupun kekerasan fisik tak demikian saja hilang dari benak orang yang merasakannya. Beberapa orang perlu saat bertahun-tahun untuk melepas ingatan menyakitkan itu dari fikirannya, malahan ada juga yang sekalipun tak bisa melupakan ingatan itu seumur hidupnya. Tersebut yang menjadikan fikiran serta perasaan kita gampang tertekan, karna tidak bisa disangkal kalau penyakit yang menyerang psikis semakin lebih susah untuk sembuh bila alam bawah sadar kita belum juga dapat untuk terima sistem pengobatan. Tersebut penyebabnya kesehatan mental jadi hal paling utama yang perlu dijaga.

7. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang

Umumnya, orang juga akan konsumsi obat untuk memperingan rasa sakit. Ada juga orang yang konsumsi obat untuk memperoleh ketenangan jiwa. Mungkin saja beberapa orang berfikir kalau konsumsi obat penenang sekali atau 2 x tidak juga akan jadi problem, tetapi bila mengkonsumsi obat penenang dikerjakan terus-menerus, malah bisa menyebabkan kecanduan serta perubahan peranan obat. Obat yang awalnya cuma bekerja sebagai anti depresan malah beralih bisa mengakibatkan kerusakan syaraf. Obat-obatan terlarang seperti kokain, amfetamin, serta ganja awalnya juga akan menjadikan si pengguna berhalusinasi seolah beban hidupnya tidak ada sekali lagi. Tetapi bila telah masuk step kecanduan, halusinasi itu juga akan makin berat serta dapat berbuntut pada skizofrenia.

Written by 

Related posts